CERPEN : CINTA YANG TAK TERBALAS
CINTA YANG TAK TERBALAS
Karya : Toton G
Dalam diam, Valo selalu merenung kisah cintanya yang tak kunjung usai. Drama cinta Valo yang sangat panjang hingga terus membayangkan kenangan yang tak butuh waktu singkat untuk melupakan semuanya. Teman-temannya pun merasakan betapa malang nasibnya Valo saat ditinggal oleh kekasihnya yaitu si Dini. Saat berkumpul bersama teman-teman, tentu selalu membahas kisah cintanya Valo yang sangat mendalam itu. Tidak pernah bosan ketika kembali membahas kenangan cinta Valo dan Dini, meskipun berulang ulang. Tiga bulan mereka sudah putus, tapi rasanya Valo tak mampu hidup tanpa Dini. Setiap hari Valo melewati hari dengan kehampaan. Akankah dengan hadirnya cinta yang baru bisa melupakan kenangan yang lama? Valo tidak seperti yang dulu lagi. Valo yang dulunya selalu ceria kini lugu dan boleh dikatakan berusaha untuk berpenampilan jelek. Dia tidak memperhatikan penampilannya sekarang. Rambut gondrong, tubuh mulai kurus dan berpakayan selalu tidar rapi, itulah yang dia tampilkan.
Teman-temannya pun
menanyakan kenapa dia berubah seperti ini, apakah kehampaan masih bersarang
didalam dada? Namun, dia selalu menjawab “aku hanya ingin mencintai
kesederhanaan”. Sekarang aku tidak ingin diperbudakkan oleh wanita. Aku sama
sekali tidak mempercayai wanita, kata Valo setiap teman-temannya berusaha untuk
membuat Valo berubah.
Kenangan Valo dimasa
lalu
Menginjak semester
empat dibangku kuliah, Valo merasakan ternyata cinta itu indah. Tentu Valo
merasakannya saat bersama Dini. Saat itu Dini menginjak semester tiga. Adapun
valo pernah berpacaran tapi tidak sedalam ini. Pandangan pertama Valo pada Dini
membuatnya lansung jatuh hati. Saat itu, Dini menginjak semester tiga.
Pertemuan antara Valo dan Dini berawal saat temanya Valo yang bernama Robi
mengajak Valo pergi ke kos pacarnya. Saat itu pacar Robi yang bernama Nadia
sedang bersama Dini di kos. Nadia dan Dini adalah teman dekat dan mereka satu
bangku kuliah. Tatapan Valo terhadap Dini penuh dengan arti. Entah apa yang dia
rasakan saat itu. Dia selalu vokus kepada Dini. Setiap obrolan Dini, Valo
selalu cepat respon hingga bisa terbaca ada sesuatu dengan perasaan Valo
terhadap Dini.
Sepulang dari kosnya
Nadia, valo menanyakan kontak Dini kepada Robi. “ eh bi, nomor Dini ada nggak
di lo”. “ah nggak ada Lo, nanti gue nanyain di Nadia ya… eh tunggu dulu, lu
ngapain nanyain kontaknya Dini, atau jangan-jangan lu suka ya sama dini,
hehehe..” ucap robi dengan nada ejekan. “sebenarnya gitu sih, aku juga nggak
tau ni, sejak tadi gue ngeliat Dini jantungku hampir copot Bi,” ujar Valo sedikit
ketawa. “hahaha konyol banget lo, tapi gua usahin deh akan mendapatkan nomor
Dini, gua juga setuju kalau lu sama dia,” ucap Robi. “nah gitu donk, itu yang
namanya teman hehehehe,” balas Valo.
Seiring berjalannya
waktu, tercapailah apa yang Valo inginkan, dia mendapatkan kontak nya Dini dan
dari situ mereka mulai berintraksi. Tentu itu merujuk ke tujuan Valo yang
sebenarnya yaitu untuk mendaptakan atau memacari Dini. Setiap cating dalam WA
selalu memakai kata-kata dramatis tak lain untuk memikat hati Dini. Hingga
suatu hari Valo membranikan diri untuk mengajak Dini ketemuan.
“adem ya tempat ini,”
ujar Dini sambil menikmati kopi di kafe Lonto Cama. “iya Din, aku sengaja ajak
kamu kesini, sebetulnya aku mau apa yang kau rasakan di kafe ini, sama seperti
saat kamu berada bersamaku” jelas Valo sambil memegang tangan Dini. “maksut
kamu apa sih jangan terlalu serius gini juga kali,” jawab Dini dengan muka
memerahan. “Din, sejak pertama aku melihatmu, ada sesuatu yang bergerak dalam hatiku yaitu rasa dan
perasaan bahwa sebenarnya aku menyukaimu,” jelas Valo. “alam bersahabat dengan
kita Lo, sebenarnya aku juga suka sama kamu,” jawah Dini dengn nada halus.
Music klasik yang mengiring di kafe tersebut membawa mereka ke suasana
romantic. Mereka saling tatap, bola mata keduanya menggabarkan perasaan cinta
yang begitu kuat. Perasaan yang sama selama ini sudah menyatu, hingga tak sadar
mereka sudah tiga jam ditempat itu.
Hari berganti hari, perasaan
yang tumbuh dari keduanya semakin kuat. Mereka takut akan kehilangan dan berjanji
akan selalu setia. Hingga suatu hari, entah apa yang merasuki Dini saat itu
hingga dia berpaling kelain hati. Berawal dari tidak kabar selama seminggu
dikarenakan Valo ditempat Neneknya yang susah jaringan. Dini mengingkar janji
yang mereka sudah utarakan. Bunga yang sudah mekar kini kembali layu.
Valo hanya bisa terdiam
terpaku membisu, merasakan beratnya kisah cinta yang yang dia alami. Sekarang dia
bersikap bodoh amat dengan segala sesuatu. Kesetiannya kini dibalas dengan
sandiwara cinta yang tak pasti.


Komentar
Posting Komentar