DRAMA "Perasaan Yang Sama"
"Perasaan Yang Sama"
"Narator : Semenjak
berusiakecil sampai remaja,Laura dan Petria selalu bersama. Mereka satu
kampung.Karena rumah mereka berdekatan dan
keluarga keduanya sudah mengenal satu Sama lain. Sehingga tidak salah jika Laura danPetria selalu berjalandan bermain bersama.
Cerli : "Ra, kenapa kamu tidak jadian saja Sama Petria? Kurang apa coba Petria?
Ganteng, keren, Pinter, pokoknya kerenlah...
."Laura : "Bukannya aku tidak mau jadian Cer, tapi APA benar kalau cewek duluan yang
ngungkapin perasaannya?
"Cerli : "Iya juga sih. Petria terlihat polos begitu kalau tidak kamu duluan, bagaimana kalian bisa berpacaran.
"Laura : "Aku malu Cer....
."Cerli : "Kamu juga lugu dan polos Ra"
(Batin Cerli)
"Narator :
Tepat pada hari Minggu, Laura dan Cerli pergi ke Gereja untuk mengikuti
perayaan Misa, Ditengah perjalanan, mereka bertemu denga Petria, yang kebetulan
juga pergi Misa,..
Petria : "Hay Ra, bareng sama aku
aja yuk, biar kita bertiga aja, sama Cerli?
"Laura : "Aku … aku …
"Cerli : "Ohhh.....Kebetulan Pet, kamu
bareng sama Laura aja, aku lagi nungguin Roni, Dia sudah ngontak saya tadi....
"Narator : Cerli tiba-tiba pergi untuk memberi kesempatanLaura dan Petria barengan pergi ke Gereja. Dalam perjalanan mereka
menikmati udara dipagi itu, kebetulan jarak Tempat tinggal mereka, dengan
Gereja cukup jauh.Seisi perjalanan mereka saling bercanda tawa membuat perjalanan
mereka begitu romantis.
"Petria :"Ra, sepulang Gereja kamu
sibuk nggak?
"Laura : " enggak sih, memangnya mau
kemana?
" Petria : "sebenarnya aku mau ngajak
kamu jalan-jalan, kebetulan kan sebentar sore ada konser terbuka di cafe
Markedila, Nah...Aku pengen ngajak kamu kesitu....
" Laura : " wah, rame berarti, iya Aku
mau, kabarin aja sebentar ya..
" Petria : "siaapp... Ibu bosss
(Petria sedikit memberikan candaan, yang tentunya membuat Laura manja padanya)
"Narator : Tidak terasa, mereka pun sampai
di Gereja. Setelah mengikuti perayaan Misa, mereka pulang ke rumah
masing-masing.Waktu sudah menunjukkan pukul 2 sore, Laura selalu menatap HP nya
dan menunggu HP nya tersebut berdering, tentunya menunggu kabar dari Petria,
Laura sudah siap dari tadi. Tak lama kemudian Hpnya tersebut berdering....
"Petria : "Ra, aku didepan Rumahmu...
Laura : " iya tunggu,(tanpa lama-lama Laura
pun keluar dan menghampiri Petria)
"Petria : " wahhh, engkau memang bunga
desa yang betul-betul memikat hati orang (puji Petria saat memandang Laura)
"Laura : " ahhh.... Kamu sih, sukanya
ngegombal aja, Yuk berangkat...
"Narator :Sesampainya di kafe Markedila,
terlihat banyak pengunjung yang datang. Acara konser pun belum memulai, Petria
mengajak Laura untuk masuk, dan memilih tempat duduk paling belakang sudut.
Mereka memesan jus dan makanan ringan untuk menemani obrolan mereka sambil
menunggu konser dimulai.
"Laura : "Adem juga tempatnya ya, aku
baru pertama kali kesini lho, kerenn.....
"Petria : " makanya aku sengaja ngajak
kamu kesini, biar kamu tahu tempat ini, tempat ini sama seperti kamu.
"Laura : " maksud kamu apa sih, Aku
nggak ngerti..
"Petria : " apa yang kau rasakan saat
ini, begitu pun suasana hatiku saat selalu bersamamu...(sambil memegang tangan
Laura) Ra, dari dulu, Aku selalu mengidam idamkanmu, entah sampai kapan rasa
ini tertanam dalam dada, hingga sampai saat ini, aku tak sanggup lagi untuk
menahannya. Sebenarnya.........
"Laura : " Sebenarnya apa?.......(
Laura tak sabar menunggu lanjutan dari Petria)
"Petria : " Sebenarnya, Aku suka sama
Kamu, Maukah kamu menjadi pendamping hidupku?
"Narator : Laura hanya bisa menetes
airmata, tentunya itu, adalah airmata kebahagiaan, Karena Laura tidak nyangka
ternyata Petria memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.
" Laura: " sebenarnya Aku juga
memiliki perasaan sama seperti dirimu Pet, Aku juga suka sama kamu.
"Petria : "Ini benarkan Ra, kamu tidak
lagi bercandakan?
"Laura : " masa, kamu anggap aku
bercanda, sementara aku jawabannya sambil menangis begini...
"Petria : "Terimakasih
Tuhan.....terimakasih Ra, akhirnya Aku menemukamu...(tanpa disadari Petria
berkata dengan keras tanpa menghiraukan situasi disekitar nya tersebut)
" Laura : " Aku juga berterimakasih
kepada mu karena sudah terbuka dengan perasaamu yang sebenarnya Pet, Aku sangat
bahagia hari ini, sekali lagi terimakasih ya....
"Petria : " Ternyata selama ini, kita
setia dalam diam, Dan rasa yang kita diamkan selama ini tidak selamanya
emas,Dihari ini kita sama-sama mengutarakan perasaan yang sama, Aku sangat bahagia
bisa memiliki mu Ra,.....
"Narator : Akhirnya mereka menjalin
hubungan, hingga ke jenjang pertunangan dan sampai ke pernikahan, mereka hidup
dengan penuh kebahagiaan, kebahagiaan tersebut tentu dilandasi dengan perasaan
yang sama, dan rasa cinta dari keduanya yang betul-betul mendalam.
SELESAI


Keren fr
BalasHapusSangat menarik kak😁
BalasHapus