Puisi, Bunga
BUNGA
Seiring berjalannya waktu,
Bunga itu tumbuh dan bermekar.
Tak salah lagi untukku kagumi
Karna keindahannya yang menawar hati.
Tapi sayang, keindahannya bukan untuk seseorang. Namun untuk semua orang yang melihatnnya.
Kini aku terbunuh dalam rasa tidak percaya diri,
Yang kian menyiksa sejarah kehidupanku.
Sejenak ku mendengar perkataannya Yang menyuarakan, siapa yang rajin menyiraminya dialah yang berhak memetik bunga.
Hatiku bergejolak untuk berjuang,
Pantaskah dengan senjata kebaikan dan kesetiaan akan menyiraminya?
Ataukah dia membutuhkan fisik yang sempurna untuk bisa menyuburkannya?
Hanya waktulah yang bisa menjawabnya.
Dan sekarang, aku menuruti suara hati yang ingin tetap berjuang.
Walaupun nantinya akan sia sia.



Komentar
Posting Komentar